Selasa, 31 Januari 2012

Accera Kalompoang (tradisi pencucian benda pusaka kerajaan gowa)

Accera kalompoang adalah proses pencucian benda benda pusaka milik kerajaan gowa yang di lakukan setiap 10 dzulhijjah yang di percaya telah di lakukan sejak raja gowa yang ke-14 yakni I mangngarangi daeng manrabia yang bergelar sulyan alaudin lebih dari 500 tahun yang lalu
dalam accera kalompoang yang di lakukan raja gowa di musium istana balla lompoa. ada 13 macam benda pusaka yang di cuci,yakni:
1. solaka, mahkota emas seberat1.768 gram bertaburkan 250 biji permata
2. ponto janga-jangaya, gelang berbentuk naga yang terbuat dari emas terdiri dari 4 unit yang setiap unitnya memiliki berat 985,5 gram
3. kolara, kalung emas raja seberat 2.182 gram
4. kancing gaukang, kancing emas yang tediri dari 4 biji dengan berat total 277 gram
yang semua benda benda di atas di percya sudah ada sejak abad ke-12 bersmaan munculnya sosok meisterius TO MAANURUNG BAINEYA yang di percaya sebagai raja gowa yang pertama, selain benda di atas ada juga benda pusaka lainnya yang di cuci, yakni :
5. tobo kaluku, rantai emas seberat 270 gram, yang merupakan hadiah dari raja sulu dari philifina pada abad XVII
6. lasippo sudunga dan berang manurung, merupakan benda tajam sejenis pedang atau parang
7. poke, tombak dengan mata trisula
bersmaan dengan berakhirnya kekasaan raja gowa yang ke-36 pada tahun 1960 yakni andi idjokaraeng laloang membuat benda benda pusaka tidak bertuan, sehingga benda benda pusaka tersebut di salah satu kamar di balla lompoa yang di sebut laddong. menanggapi hal tersebut akhirnya pemerintah kota makassar membuat duplikat untuk menhindari pencurian benda benda pusaka tersebut, namun dari 13 benda pusaka tersebut hanya 3 di antaranya yang tidak dapat di publikasikan yakni oke dan 2 jenis senjata tajam karena terbatasnya kahlian pengrajin untuk membuat duplikatnya
dan duplikat duplikat inilah yang di pamerkan kepada para pengunjung museum balla lompoa, sementara yang asli di simpan di dalam berangkas besi dan hanya di keluarkan pada saat accera kalompoang
tradisi accera kalompoamg merupakan tradisi yang sangat sakral karena semua benda benda yang di cuci merupakanbenda pusaka yang di percayai memlikikekuatan magis dan hal ini di percayai oleh para keturunan gowa dan masyarakat gowa
gambar proses pencucian benda benda pusaka kerajaan gowa :

Kamis, 19 Januari 2012

THE BIRD OF PARADISE (BURUNG SURGA DUNIA)

The bird of paradise yang artinya burung surga dunia atau dikenal dengan orang indonesia ialah burung cendrawasih, burung cendrawasih adalah burung khas papua(indonesia), papua nugini, dan australia merupakan hewan tipe australis(dalam garis weber).burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes,Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram. selain itu burung cendrawasih memiliki banyak jenis dan kali ini kita akan membahas jenis jenis burung cendrawasih
1. Lesser bird of paradise (Paradisaea minor) Cendrawasih Kuning-kecil atau dalam nama ilmiahnya Paradisaea minor adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang sekitar 32cm, dari genus Paradisaea. Burung ini berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan dan mempunyai iris mata berwarna kuning. Burung jantan dewasa memiliki bulu di sekitar leher berwarna hijau zamrud mengkilap, pada bagian sisi perut terdapat bulu-bulu hiasan yang panjang berwarna dasar kuning dan putih pada bagian luarnya. Di ekornya terdapat dua buah tali ekor berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan.
Populasi Cendrawasih Kuning-kecil tersebar di hutan Irian Jaya dan Papua Nugini. Burung ini juga ditemukan di pulau Misool, provinsi Irian Jaya Barat dan di pulau Yapen, provinsi Papua.Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Cendrawasih Kuning-kecil dievaluasikan sebagai Beresiko Rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.Cendrawasih Kuning-kecil adalah poligami spesies. Burung jantan memikat pasangan dengan ritual tarian yang memamerkan bulu-bulu hiasannya. Setelah kopulasi, burung jantan meninggalkan betina dan mulai mencari pasangan yang lain. Burung betina menetaskan dan mengasuh anak burung sendiri. Pakan burung Cendrawasih Kuning-kecil terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga. [sunting] Pranala luar
2. Raggiana bird of paradise (Paradisaea Raggiana) the Raggiana bird of paradise dikenal juga dengan nama Count Raggi’s bird of paradise. Burung ini juga yang paling dikenal sebagai burung Cendrawasih. Habitat burung ini terdistribusi secara luas di Pulau Irian selatan dan timur laut.
adalah burung nasional Papua Nugini;. Memang pada tahun 1971 spesies ini, seperti Gerrus paradisaea, dibuat lambang nasional dan dimasukkan pada bendera nasional [1] 'The Kumuls' juga julukan tim nasional negara itu liga rugby. t adalah 34 cm, merah marun-coklat dengan tagihan keabu-abuan biru, kuning iris dan coklat keabu-abuan kaki. Laki-laki ini memiliki mahkota berwarna kuning, tenggorokan gelap zamrud hijau dan kerah kuning di antara tenggorokan dan bulu yang kehitaman payudara atas. Hal ini dihiasi dengan sepasang kabel yang panjang ekor hitam dan bulu sayap yang besar. Perempuan adalah burung maroonish cokelat relatif menjemukan tanpa bulu ekor panjang. Para bulu sayap hias bervariasi dari merah ke oranye dalam warna, tergantung pada subspesies. Mencalonkan subspesies, P. r. raggiana, memiliki bulu merah terdalam, sementara subspesies P. r. augustavictoriae dari timur laut New Guinea, juga dikenal sebagai Ratu Jerman Burung-dari-surga, memiliki bulu oranye
3. Astrapia Ribbon-tailed (Astrapia mayeri) ni adalah salah satu burung cendrawasih yang paling spektakuler. Namanya Astrapia Ribbon-tailed dan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh, panjangnya mencapai lebih dari tiga kali panjang tubuhnya.
Astrapia mayeri bisa sampai 32 cm (tanpa termasuk ekor laki-laki, yang dapat lebih dari 1 meter), burung hitam beludru surga. Laki-laki memiliki bulu warna-warni hijau dan perunggu zaitun, dan dihiasi dengan bulu-bulu hias "bola" di atas tagihan dan dua sangat panjang, pita-seperti putih bulu ekor. Perempuan adalah burung cokelat dengan kepala warna-warni. Hibrida antara spesies dan Astrapia Stephanie, di daerah kecil di mana rentang mereka tumpang tindih, telah bernama Astrapia Barnes '. Laki-laki dengan bulu ekor panjangSalah satu burung paling spektakuler dari surga, yang Astrapia Pita-ekor jantan memiliki bulu ekor terpanjang dalam kaitannya dengan ukuran tubuh burung apapun, lebih dari tiga kali panjang tubuhnya. Para Astrapia Pita-ekor didistribusikan dan endemik hutan subalpine di bagian barat dataran tinggi tengah Papua Nugini. Seperti banyak burung hias lainnya dari surga, laki-laki adalah poligami. Para Astrapia Pita-ekor burung terbaru dari surga untuk ditemukan.Nama ilmiah memperingati naturalis besar dan New Guinea explorer Shaw Fred Mayer, yang diyakini telah menemukan burung itu pada tahun 1938. Namun, sekarang percaya bahwa Jack explorer Jangat menemukan burung itu, sementara Mayer menjadi tertarik pada nanti.
4. Blue bird of paradise (Paradisaea rudolphi) Namanya mengingatkan nama salah satu angkutan Taksi di Indonesia. Burung ini berukuran sekitar 30 cm, berwarna hitam, iris warna coklat gelap, kaki abu-abu. Burung jantan dihiasi dengan bulu sayap dengan dominasi warna ungu biru . Sehingga disebut juga dengan Cendrawasih Biru.
Spesies ini dapat sampai 30 cm, hitam dengan tagihan putih kebiruan, coklat tua iris, abu-abu kaki, patah sayap putih biru mata cincin dan cerah. Laki-laki adalah dihiasi dengan violet biru dan bulu sayap kayu manis dan dua pita panjang seperti bulu ekor. Perempuan memiliki cokelat kastanye di bawah ini. Laki-laki adalah poligami dan melakukan pacaran tampilan menakjubkan. Tapi tidak seperti semua spesies Paradisaea lainnya, ia melakukan soliter dengan menghadiri perempuan dekatnya. Di layar, laki-laki hang dari cabang terbalik. Oval hitam dengan marjin merah di tengah dadanya berirama diperbesar dan dikontrak. Ungu bulu birunya yang tersebar di kipas angin, tubuhnya bergoyang maju mundur sementara bulu ekor tengah membentuk dua lengkungan mengesankan ke kedua sisi. Sepanjang penampilannya dia menyuarakan lembut dengan suara bergetar rendah tapi keras.
5. Riflebird Paradise (Ptiloris paradiseus) Kalau anda pernah melihat film Planet Earth, maka anda akan melihat burung ini. Burung ini memiliki panjang sekitar 30 cm dengan burung jantan berwarna hitam dengan warna-warni mahkota biru kehijauan, kaki hitam, iris coklat gelap dan mulut kuning. Burung betina jenis ini berwarna coklat zaitun.
burung ini berukuran sedang, sampai 30 cm, burung passerine dari Paradisaeidae (Birds of Paradise) keluarga. Laki-laki adalah hitam dengan warna-warni biru kehijauan mahkota, tenggorokan dan bulu ekor pusat. Ini memiliki tagihan melengkung hitam, kaki hitam, coklat tua iris dan mulut kuning. Betina adalah burung cokelat kehitaman zaitun dengan dilarang di bawah ini.Endemik ke bagian timur Australia, Riflebird surga didistribusikan ke hutan hujan di New South Wales dan Queensland pusat. Diet terutama terdiri dari serangga dan buah-buahan. jantan memperluas sayapnya dan penggemar mereka ke atas dengan kepala di belakang sayap untuk mengekspos bulu metalik tenggorokannya hijau. Dia kemudian bergerak kepalanya dari sisi ke sisi dengan tagihan terbuka untuk memamerkan mulut kuning cerah itu.
6. Red bird of paradise (Paradisaea rubra) Kita menamakannya Cendrawasih Merah, panjang sekitar 33cm berwarna kuning dan coklat, serta berparuh kuning. Burung jantan dewasa bisa mencapai 72cm termasuk bulu-bulu hiasannya yang berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya.
Bulu muka berwarna hijau zamrud gelap dan diekornya terdapat dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, dengan muka berwarna coklat tua dan tidak punya bulu-bulu hiasan. Merupakan endemik dari Indonesia, Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah pada pulau Waigeo dan Batanta di kabupaten Raja Ampat, provinsi Irian Jaya Barat.
7. Lawes’s Parotia (Parotia Lawesii) Parotia lawesii berukuran sedang sampai dengan 27 cm). Daerah penyebarannya meliputi hutan pegunungan di tenggara dan timur Papua Nugini.
Burung jantan memiliki warna hitam dengan kening putih, warnawarni tengkuk biru ungu dan emas bulu dada hijau. Dihiasi dengan tiga kawat hias kepala dari belakang setiap mata dan memanjang mengapit bulu yang berwarna hitam. Burung betina berwarna coklat dengan kepala burung gelap, iris kuning dan gelap.
8. King of Saxony bird of paradise (Pteridophora alberti) King of Saxonyi adalah sejenis burung pengicau berukuran kecil, dengan panjang sekitar 22cm. Burung jantan dewasa mempunyai bulu berwarna hitam dan kuning tua, dikepalanya terdapat dua helai bulu kawat bersisik biru-langit mengilap seperti panji yang panjangnya mencapai 40cm dan dapat ditegakkan pada waktu memikat betina. Oleh karenanya burung ini dimakan Cendrawasih Panji.
Bulu mantel dan punggung tumbuh memanjang berbentuk tudung berwarna hitam. Iris mata berwarna coklat tua, kaki berwarna abu-abu kecoklatan dan paruh berwarna hitam dengan bagian dalam mulut berwarna hijau laut.Burung betina berwarna abu-abu kecoklatan dengan garis-garis dan bintik gelap. Betina berukuran lebih kecil dari burung jantan dan tanpa dihiasi mantel atau bulu kawat hiasan. Daerah penyebarannya ada di hutan pegunungan pulau Irian.
9. Wilson’s Bird of Paradise (Cicinnurus respublica) Wilson’s Bird of Paradise berukuran lumayan kecil sampai dengan 21 cm. Burun jantan adalah berwarna merah dan hitam dengan jubah kuning di leher, mulut hijau muda, kaki biru dan dua bulu ekor berwarna ungu yang melengkung. Semetara itu betina berwarna kecoklatan dengan mahkota biru. Wilson's bird of paradise
Merupakan endemik Indonesia, dengan daerah penyebaran di bukit dan hutan hujan dataran rendah Kepulauan Waigeo dan Batanta dari Papua Barat.
10. Princess Stephanie’s Astrapia (Astrapia stephaniae) Stephanie Astrapia berukuran sekitar 37 cm, burung ini berwarna hitam dengan warna-warni kepala biru-hijau dan ungu, disamping itu memiliki bulu ekor panjang hitam keungunan.
Princes's Stephanie bird of paradise Burung betinanya berwarna coklat gelap dengan kepala hitam kebiruan. Habitat aslinya ada di pegunungan di pusat dan timur Papua Nugini.
dan itulah jenis jenis burung cendrawasih dan saya harap setelah anda membaca artikel ini anda tidak berkringinan untuk memilikinya karena maksud dan tujuan saya ialah saya harap melalui artkel ini kita dapat melindungi dan menjaga agar burung surga dinia ini tidak punah karena semakin hari jumlahnya di alam liar semakin berkurang mulai dari perburuan liar atau rusaknya habitat mereka, jadi marilah kita bersama-sama untu melindungi burung indah ini dan hewan lainnya agar tidak terancam punah