Kamis, 29 November 2012

Kumpulan Kisah-kisah Suci dan Sakral Suku Kajang Kab. Bulukumba

cerita atau kisah-kisah yang di tuturkan secara lisan yang merupakan bagian dari pasang ri kajang, pada umumnya digolongkan sebagai kisah suci dan sakral. kisah-kisah tersebut merupakan tabu atau pamali untuk di beberkan pada sembarang waktu dan tempat. bahkan ada beberapa kisah nama dan pelakunya sangat dirahasiakan dan merupakan dosa untuk mempertayakan pelaku cerita tersebut. sehingga ada beberapa pelaku cerita hanya diberikan nama panggilan atau nama penghormatan saja untuk menghindari terjadinya pelanggaran. para pelaku cerita atau kisah dalam pasang senantiasa dilukiskan sebagai manusia yang istimewa dan luar biasa. pelakunya adalah manusia-manusia suci dan penuh misteri, begitu juga tempat dan lokasi cerita itu digambarkan terjadi di dunia lain. cerita-cerita tersebut diungkapkan sebagai berikiut.
1. kisah munculnya Mula Tauwa di Tombolo
sebelum mengisahkan asal mula tauwa secara terperinci, lebih dahulu akan dijelaskantentang pengertian ungkapan atau istilah mula tauwa itu sendiri. mula tauwa merupakan peristilahan atau dialeg dalam bahasa konjo, yang terdiri atas 3 buah kata yakni : MULA secara harfiah berarti "awal" atau "pertama", TAU artinya "orang" atau "manusia" sedangkan WA merupakan kata sandang yang menunjuk pada obyek tertentu, seperti "the" dalam bahasa inggris yang berarti "itu", dengan demikian ungkapan Mula tauwa dapat diartikan sebagai manusia pertama. jadi kisah mula tauwa berarti kisah manusia pertama . berikiut ceritanya
menurut penuturan Pasang, bahwa dahulu dunia hanyalah lautan yang tak bertepi. belum ada kayu-kayuan, belum ada gunung, belum ada pulau dan dataran lainnya. pada suatu ketika, segumpal buih nampak terapung diatas permukaan air, buih itu lama-lama menjadi keras dan akhirnya menjadi pulau kecil. bentuknya seperti tempurung kelapa.dengan demikian pulau kecil tersebut di sebut TOMBOLO. tombolo itu sendiri merupakan tanah yang pertama sehingga disebut TANA TOWA. sekarang baik Tombolo maupun Tana Towa sudah merupakan dua tempat yang termasuk dalam wilayah desa Tanah Towa
setelah Tombolo menjelma menjadi pulau kecil, air lautpun semakin turun, sehingga daratan bertambah luas. maka pada suatu waktu tiba-tiba datang sepasang suami istri. orang ini datang secara misteri dan dia sudah memiliki kelebihan. pintar mengenai soal pertanian, adat istiadat dan ilmu-ilmu yang lain seperti pengetahuan akan kejadian pada masa yang akan datang. orang yang datang ini kemudian disebut sebagai manusia pertama atau Mula Tauwa. dia mempunya nama asli namun sebuah dosa jika menyebutnya, sehingga dia diberi gelar penghormatan "AMMA TOWA" yang berarti Bapak tua.
2. Pengankatan Laiju Karaeng TapauMenjadi karaeng Kajang
setelah karaeng (raja) kajang yang pertama yaitu Tu Supayya Lilanna meninggal dunia, maka ammtowa bersama adat limaya bersidang untuk membicarakan tentang pergantian Karaeng kajang tersebut. hasil pertemuan itu menyimpulkan bahwa Amma Towa dan adat liamaya harus berangkat Ke Gowa untuk meminta Kalabbirang dari Sobaya ri Gowa. samapai di Gowa Amma Towa dan Adat limaya menyampaikan maksudnya kepada Sombaya. maka sombaya lebih dahulu mengumpulkan anggota-anggota adat yang termasuk Bate Salapanga bersidang membahas permintaan Amma Towa. dalam pertemuan itu anggota bate Salapanga meminta kiranya salah seorang dari mereka bersedia menjadi Karaeng ri kajang. tetapi tidak seorangpun yang bersedia menjadi Karaeng ri Kajang. jadi Sombaya ro Gowa meminta kepada adat Limaya agar menunjuk saja Amma Towa menjadi Karaeng ri Kajang. akan tetapi permintaan itu ditolak baik Amma Towa maupun Adat Limaya dengan alasan mereka hanya adat bukan keturunan karaeng. jadi mereka tetap meminta kepada Sombaya agar diberikan kalabbirang sekalipun hamba sahaya asalkan keturunan asli Gowa . maka akhirnya Sombaya mengankat dan mengirim adiknya sendiri Laiju Karaeng Tapau untuk menjadi Karaeng ri Kajang kedua. dan dialah yang memegang kalabbirang di kajang menggantikan Tu Sappayya Lilana.
3. Kisah Anak Kembar Buaya
dikisahkan, bahwa pada suatu ketika seorang ibu bernama Bontang tinggal di dekat sebuah sungai yang bernama sungai Lojong, melahirkan dua anak secara beriringan. tetapi satu diantaranya merupakan seekor buaya, hanya saja jumlah jari-jari tangannya hanyala lima buah. tidak lama berselang setelah anak tersebut dilahirkan maka yang berbentuk buaya tiba-tiba menghilang dari rumah Bontang. tetapi dukun yang merawatnya mengatakan bahwa anak itu akan ditemuka besok pagi. pagi harinya orang menemukan jejak anak itu berupa tetesan darah yang berceceran sepanjang jalan menuju sebuah lubuk yang di sebut Lonjong. Bontang dengan petunjuk dukun menyusul anaknya kesungai dan sesampai disana ia bertemu anaknya lalu disusuinya.
dikisahkan selanjutnya, bahwa setelah anak tersebut makin dewasa maka ibunya membuatkannya celana, baju dan daster yang semuanya bewarna kuning. setelah itu buaya tersebut berpesan kepada ibunya, agar tidak membawakannya lagi nasi setiap haritetapi pada waktu tertentu saja . seperti bila pada saat panen atau karena bernazar.
sampai sekarang cerita tersebut masih dipercaya dan sedangkan yang mengaju sebagai keturunan bontang selalu pergi ke Lonjong untuk melepaskan sesajan pada saat selesai panen maupun karena bernazar
4. Kisah Sawerigading dan Yabeng
dikisahkan bahwa Batara Guru melahirkan kembar, seorang laki-laki dan seorang perempuan. yang laki-laki diberi nama Sawerigading dan yan perempuan di beri namaYabeng ri Botting Langi. dikisahkan suatu hari Saudara laki-laki yabeng (sawerigading) ingin menikahinya, amak yabeng masuk kedalam seruas bambu. sawerigading kemudian kawin dengan sepupunya Lacuddai Daeng ri Sompa anak raja cina Batara Lattu. keturunan keduanya inilah yang menjadi pemula silisilah kebagsawanan Gowa, Bone, Luwu, Selayar dan lain-lain.
5 Kisah Kedatangan Datuk Manila di kajang
6. Munculnya Seorang Perempuan dari seruas pattung
7. Kisah perjalanan Amma Towa ke gowa
8. Kisah tiga Orang utusan Amma Towa belajar Agama Islam
9. kisah terjadinya Pallekertang Uheya
10. Anggapan bahwa Al-Qur'an berjunmlah 40 Juz